Jakarta, Al-Isro, Aspirasi.net – Sebuah tempat pengajian anak anak di
bawah umur,yang di pimpin oleh seorang Ibu Rumah tangga (Nurhaety) berlokasi
kawasan cengkareng, bermula dari iseng iseng hanya mengajar 3 orang, anak yatim, yang
berlanjut sampai saat ini menjadi lebih dari 25 orang anak-anak dalam pengajaran pengajian
yang Insya Allah tanpa pamrih ini, hanya bermodalkan ketekunan dalam mencari anak
didik serta keyakinan yang menyelimuti hati dan pikirannya, berharap semua itu dapat Ridho Allah
Swt, dalam mendidik, dan yang terdidik…aammiinnnn ujar beliau.

Baru baru ini Al-isro melakukan wisata religi ke pondok Pesantren
Daar El Qolam yang berlokasi di Desa Gintung Cikande Tangerang Banten. Acara tersebut di adakan dalam rangka memotivasi anak anak
di bawah umur dan para Orang Tua, yang selama ini begitu nervest kalau mendengar
yang namanya “PONDOK PESANTREN”.
“Hukuman hukuman yang di berlakukan terkadang tidak
sesuai dengan apa yang di ajarkan di Rumah”ujar orang tua, namun sesampai
di pondok pesantren, para orang tua dan anak anaknya melihat kagum , melihat  lokasi, kamar, pendidik/para ustad, juga bagaimana
mana para santri makan, belajar, olah raga dan bermain.
“DAAR EL QOLAM “adalah salah satu pondok dari
puluhan juga ratusan pondok yang tersebar di seluruh indonesia, mengapa kami
memilih pondok pesantren Dar El Qolam, karena pondok tersebut terjangkau dan
tidak jauh dari jangkauan kami yang tinggal di kawasan jakarta, dan kebetulan
anak kami adalah salah satu Allumni santri pondok tersebut dan sekarang sudah lulus.

 

Pondok pesantren Daar el-Qolam berdiri pada tanggal 20
januari 1968 M/27 Ramadhan 1318 H pendirinya yg bernama Drs. K.H Ahmad Rifa’i
Arief yang diperintahkan oleh ayahnya H. Qasad Mansyur. Kyai Rifa’i adalah
alumnus Pondok Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur tahun 1966, selepas
pengabdiannya selama 2 tahun itu beliau kembali ke kampung halamannya untuk membantu
ayahnya mengelola Madrasah ibtidaiyah Masyariqul Anwar. Berawal dari sebuah
dapur tua hadiah dari Hj. Pengki yang dijadikan tempat belajar pertama yg muridnya
adalah saudara dari keluarga beliau sendiri, pada saat itu kyai Rifai’i memegang
berbagai peranan untuk membimbing semua muridnya itu. Dengan dedikasi dan
perjuangan beliau hingga saat ini pesantren Daar el-Qolam berkembang pesat
bahkan termasuk dalam salah satu pesantren terbaik yg ada di Indonesia.
Kyai
Rifa’i mengatakan “Daar el-Qolam tidak boleh terkenal karena kyainya,
tetapi Daar el-Qolam harus terkenal karena sistem yang ada didalamnya.”
Hal ini yang menjadi salah satu berkembang nya
pondok pesantren itu.
Setelah melakukan silturahmi dari pondok dan bertemu dengan salah
seorang ustad,Muazis,”saya berharap kepada anak anak mudah mudahan menjadi
tumbuh dan besar sesuai apa yg diharapkan ,ujar beliau ,dan juga buat ibu nurhaety
mudah mudah an bisa jadi besar dalam pengembangan pengajian nya”.

 

kami pun melanjutkan perjalan ke derah pulau cangkir yang  terdapat satu makam,yang disebut juga makam pulau
cangkir,atau pangeran jaga lautan pulo cangkir,disanalah kami memberi sedikit pelajaran
tentang ziarah,serta berziarah ke makam tersebut,alangkah bahagianya melihat anak
anak didik yang selama ini di asuh oleh seorang ibu rumah tangga tanpa titel atau
jabatan yang berarti.
Hanya para orang tua yang dapat berwisata religi,tapi kami
membawa mereka belajar sambil bermain,walau hanya dengan bekal secukup nya namun
kebahagian ta terganti kan oleh apapun di kala melihat senyum terurai di antara
bibir yang keluh seorang anak,tatap mata yang tajam,terbungkus oleh kata dalam
ucap seorang anak. (dhea/agus)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.