HRM. Arsy Munandar
Tangerang, Aspirasi.net – Meski munculnya satu calon dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) diperbolehkan menurut undang-undang,  namun hal ini jeas menampakkan kegagalan dalam politik di
masyarakat. Aksi borong dukungan yang dilakukan oleh paslon menampakkan
bahwa kaderisasi dalam partai tidak berjalan dengan baik dan ada upaya dominasi dari pihak tertentu. Hal ini dikatakan HRM. Arsy
Munandar seorang tokoh masyarakat Banten, di kediamannya di KabupatenTangerang
beberapa waktu silam.
Lebih jauh Arsy mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus
segera memunculkan regulasi terkait aksi borong dukungan yang dilakukan oleh calon
kepala daerah.
“Betul calon tunggal dibolehkan oleh undang-undang, namun apakah
demokrasi menjadi sehat apabila pasangan calon hanya melawan kotak kosong”,
tegas Arsy.
Arsy juga menilai dengan munculnya calon tunggal ini jelas ada
upaya dominasi dari aktor politik yang sengaja menciptakan agar partai-partai
politik tergantung dari kaum elite tertentu hingga demokrasi tidak terkesan
alami.
Di tahun politik 2018 ini ada empat kabupaten dan kota di Provinsi Banten
yang ikut dalam pilkada serentak yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang,Kota Tangerang dan Kota Serang. Dari empat daerah, tiga daerah menghasilkan paslon tunggal yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang
dan Kota Tangerang yang notabene ketiga calon kepala daerah adalah petahana.
Seperti diketahui bahwa acuan Pilkada saat ini
adalah UU RI Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Ke-2 atas UU Nomor 1 Tahun
2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014
Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati & Walikota Menjadi UU.

 

Menurut pasal 54-D pada UU RI Nomor 10 tahun 2016,
jika pasangan calon tunggal kalah dengan kotak kosong, maka dia boleh mengikuti
pilkada ulang di tahun pilkada serentak berikutnya. Sedangkan dalam hal belum ada
paslon terpilih terhadap hasil Pemilihan, Pemerintah akan menugaskan penjabat
Gubernur, penjabat Bupati, atau penjabat Walikota.Endro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.