Sabtu an Khusus “Cak Nun” Bersama elBaren

Budayawan MH Ainun Najib, Bahasa Bicaranya ceplas- ceplos namun tetap kritis. Kadang ngomongnya bisa menyakitkan orang yang kena kritik. Namun hebatnya kritiknya santun ala Budayawan, beliau memang sosok yang menjunjung tinggi peradaban manusia di Nusantara.
elBaren sengaja menayangkan tulisannya berbentuk atraktif serta kumunikatif. dari judul tulisannya juga sudah terpahami. Yakni Pilih Bungkus atau Isi? Judul ini tentunya dalam isinya bila dimaknai. Tinggal Anda mengarahkan kemana alur tulisannya, selamat mengikuti!!!…… Awas Jangan Gagal Fokus

“Pilih Bungkus atau Isi”

 

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus Bungkusnya saja dan mengabaikan ISI-nya.
Maka, bedakanlah apa itu “BUNGKUS”-nya dan apa itu “ISI”-nya.
“Rumah yang indah” hanya bungkusnya,
“Keluarga bahagia” itu isinya.
“Pesta pernikahan” hanya bungkusnya,
“Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab” itu isinya.
“Ranjang mewah” hanya bungkusnya,
“Tidur nyenyak” itu isinya.
“Kekayaan” itu hanya bungkusnya,
“Hati yang gembira” itu isinya.
“Makan enak” hanya bungkusnya,
“Gizi, energi, dan sehat” itu isinya.
“Kecantikan dan Ketampanan” hanya bungkusnya; “Kepribadian dan Hati” itu isinya.
“Bicara” itu hanya bungkusnya,
“Kenyataan” itu isinya.
“Buku” hanya bungkusnya;
“Pengetahuan” itu isinya.
“Jabatan” hanya bungkusnya,
“Pengabdian dan pelayanan” itu isinya.
“Pergi ke tempat ibadah” itu bungkusnya,
“Melakukan Ajaran Agama” itu isinya.
“Kharisma” hanya bungkusnya,
“Karakter” itu isinya.
Utamakanlah isinya, namun rawatlah bungkusnya.

 

Oleh: Emha Ainun Nadjib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.