Lebak,Aspirasi.net- Tidak adanya
keberanian Partai politik (Parpol) untuk mengusung kadernya dalam pemilihan
kepala daerah (Pilkada) hingga calon tunggal bermunculan dimana-mana dalam
pilkada. Seperti yang terjadi di Kabupaten Lebak dimana Pasangan calon (Paslon)
Bupati setempat Hj. Iti Octavia Jayabaya – H. Ade Sumardi menjadi calon tunggal
melawan kotak kosong.
Namun agaknya kotak kosong di Kabupaten Lebak tak bisa
dianggap enteng, dimana dalam barisan kotak kosong ada “Bajukoko” (Barisan
Juang Kolom Kosong). Gerakan Bajukoko di Lebak ini kian hari kian merebak dan
semakin mendapat simpatik masyarakat. Bahkan rencananya 28 Februari 2018
mendatang Bajukoko akan dideklarasikan sekaligus dilengkapi dengan susunan
kepengurusannya.
Upaya untuk menggolkan kotak kosong ini agaknya semakin
menggereget. Panglima Bajukoko Ahmad Hakiki merasa yakin kalau gerakan
Bajukoko-nya ini dapat menjadi pengimbang yang tidak bisa dianggap sepele.  Hakiki menerangkan kalau dukungan gerakan
Bajukoko ini semakin hari semakin meluas, terlebih dengan adanya upaya
deklarasi, dukungan dari berbagai kalangan semakin nampak.
“Bajukoko hadir sebagai penggalang suara murni rakyat,
sekaligus sebagai penegas tidak adanya keberanian partai politik untuk mengusung
para kader terbaiknya dalam pilkada ini”, tegas Hakiki. der 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.