Serang, Aspirasi.net – Mengungkap Sejarah terpendam “Kapal
Bosok” yang terletak di Kp. Drangong Desa Curug Manis Kecamatan Curug Kota
Serang Provinsi Banten. Dahulu kala ada seorang petapa yang bernama Syekh
Abdullah bin Syekh Arabi Al-bantani, Keturunan dari Pangeran Sunya Raras /
Pangeran Tanjul Arsy putra dari Sultan Maulana Hasanudin Banten hidup sebatang
kara di pertapaan Hutan Belantara pinggiran Sungai Cibantenan.
Di Masa Kesultanan Banten Pangeran
Surya Kumala
(1832-1888) terjadi peristiwa besar dimana Penjajah Belanda
membawa harta kesultanan banten berupa Emas dan Dokumen-dokumen penting
kesultanan. Pangeran Surya Kumala mengerahkan pasukan kesultanan untuk merampas
kembali harta dan dokumen tersebut, namun yang terjadi pasukan kesultanan hanya
pulang Namanya saja alias Mati Jihad dalam melaksanakan tugas mulia dari
Sultan.
Sultan Pangeran Surya Kumala
akhirnya melakukan Tirakat berdo’a, memohon Petunjuk  mengharapkan bantuan dari Allah SWT selama 7
hari 7 malam, tiba tiba dalam tirakatnya Sultan di datangi oleh Sultan Haji (
Sultan Abu Nashar Abdul Qohar ) untuk datang menemui seorang pertapa di Hutan Ciwahanten
pinggir sungai Cibantenan, esoknya Sultan berangkat kesana  menemui sang
pertapa tersebut. Sesampainya di hutan tersebut Sultan di acuhkan tidak di
tanya sepatah kata pun oleh Sang Pertapa tersebut, namun Sultan cukup sabar
untuk menghadapi itu semua dalam hatinya sultan berucap : “Ternyata aku tidak
berharga disaat keluar dari Istanaku, mungkin inilah ujian terbesarku,” Sultan
langsung pergi kepinggiran sungai untuk mengambil wudhu dan langsung
melaksanakan sholat dan berdo’a untuk diberikan jalan kemudahan dan bisa diterima
dengan baik oleh sang pertapa.
Alhamdulillah malam harinya Sultan
di temui oleh Sang Pertapa di tempat Sultan duduk bersila dibawah pohon Ki
Serut, lalu sang Pertapa berkata “Harta yang di rampas oleh Penjajah adalah
bukan Hartamu, itu semuanya Titipan Allah Azza wajalla yang disimpan di tempatmu
untuk kesejahteraan Rakyat, dan kamu datang untuk menemuiku diperintahkan oleh
Eyang Yang Mulia Sultan Haji” Sepontan Sultan terperanjat kaget dikarenakan
Sang Pertapa yang jauh dari keramaian bisa mengetahui kejadian di Kesultanan,
lalu sultan bertanya : “ Siapakah sebenarnya anda ini gerangan”???… aku ini
sama dengan mu satu pohon, satu darah namun tugasku dan tugasmu berbeda aku
diberikan tugas di alam yang tidak banyak orang mengetahuinya sedangkan kamu
diketahui orang banyak, namaku Abdullah bin Arabi Albantani, setelah mendengar
nama Arabi Albantani sontak kaget bukan kepalang di karenakan nama Syekh Arabi
Albantani nama Alim Ulama Besar Banten yang tinggal di Mekkah Mukaromah
termasuk dalam silsilah banten kakeknya juga, Sultan Pangeran Surya Kumala
menangis tersedu sedu seraya memeluk tubuh Sang Pertapa tersebut namun apa yang
terjadi disaat Sultan tersadar ternyata yang dipeluk tersebut hanyalah Pohon Ki
Serut bukan Tubuh Sang Pertapa.
Subhanallah Maha Suci Engkau Yaa
Allah, esok harinya Sultan sungguh kaget luar biasa di pinggir Sungai sudah
tersandar Kapal Besar bertuliskan VOC, kapal yang membawa hasil rampasan Harta
sera Dokumen Kesultanan Banten, Sultan pun masuk kedalam Kapal tersebut di
dalamnya masih dalam keadaan utuh tak satupun yang hilang dari Harta tersebut.
Sultan menemui Sang Pertapa tersebut “Bawalah Harta tersebut untuk
mensejahterakan Rakyat Banten jangan sekali kali akibat Harta tersebut sehingga
kamu lupa akan Tugas dan Tanggung Jawabmu” tutur Sang Pertapa, “Baiklah Demi
Kekuasaan Allah aku Berjanji akan melaksanakan Tugas dan Kewajibanku selaku
Sultan Pemimpin Rakyat Banten,” jawab Sultan Pangeran Surya Kumala.

 

Dengan ijin Allah SWT di angkatlah
Kapal tersebut kedarat, semenjak kejadian itu Sultan sering berkunjung ketempat
tersebut tanpa menyebut bahwa dia itu adalah Sultan Banten sama seperti rakyat
biasa, Sultan selalu bercerita kepada rakyatnya tentang Karomah,kesaktian “Ki
Angga Derepa” yang artinya Angga itu Tubuh dan Derepa diambil dari Bahasa penjajah
artinya Benar, namun Sultan Merahasiakan nama asli Ki Angga Derepa dikarenakan
dilarang oleh Sang Pertapa “Syekh Abdullah Albantani bin Syekh Arabi Albantani.”
(Ratu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.