Suasana persidangan saat pencocokan data kesaksian di depan hakim
Depok,Aspirasi.net- Menyoal kasus Sistim Satu Arah
(SSA) yang diterapkan dalam sistim lalulintas di jalur jalan Arif Rahman Hakim
(ARH), Nusantara Raya dan Jalan Dewi Sartika) sampai kini persidangannya belum
kelar. Kamis kemarin ,1 Februari 2018 Pengadilan Negeri Kota Depok menggelar sidang SSA yang
beragendakan mendengarkan keterangan saksi tergugat.
AKP Rasman, SH Kepala Unit Dikyasa pada Satuan Lalulintas Polres Kota Depok dalam kesaksiannya
menerangkan, diberlakukannya SSA dapat mengurai kemacetan. Dia juga
mengatakan kemacetan dapat berkurang hingga 30 %.
Namun demikian, Leo Ferdiansyah kuasa hukum dari pihak
penggugat lebih keras menilai pada pengakuan saksi sebelumnya, yakni Zaini
Kabid Lalu-Lintas pada Dinas Perhubungan (DISHUB) Kota Depok..Menurut
Leo, dipersidangan Zaini mengakui kalau pihaknya belum melakukan kajian terlebih dahulu
terkait uji coba pemberlakukan SSA di jalan ARH, hanya merupakan kesepakatan Dihub dan Polres Depok. Anehnya, selama ini Walikota Depok KH. Muhamad Idris tahunya kajian telah dilakukan. Beda halnya di Jl. Nusantara dan Dewi Sartika yang memang sudah ada perencanaan sebelumnya.
“Ini merupakan fakta persidangan lho, tapi kenapa walikota mengatakan
kalau sebelumnya sudah ada kajian terlebih dahulu. Berarti
walikota menerima informasi yang salah dari bawahannya” tegas Leo.
Selain itu, Leo juga menerangkan terkait Surat Keputusan (SK)
terakhir yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan tertanggal 6 Oktober 2017 yang
didalamnya menyatakan kalau uji coba SSA berlaku selama tiga bulan.
“Kalau SK tersebut menyatakan ujicoba SSA berlaku tiga bulan,
berarti sekarang waktunya sudah  terlampaui, namun mengapa uji coba masih
diberlakukan padahal belum ada penetapan selanjutnya, dan melum muncul
surat  pemberitahuan atau rekomendasi
dari pusat, sementara jalan yang diberlakukan SSA adalah jalan negara atau
pemerintah pusat. Apakah itu bukan merupakan pembohongan publik…?”, tegas Leo.
Nanun Drajat, salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Beji
menerangkan, semenjak diberlakukannya SSA mobilitas di jalan perkampungan
sangat tinggi hingga mengganggu kenyamanan di lingkungannya. “Biasanya
anak-anak kami nyaman bermain dan bersepeda saat berangkat mengaji, tapi
sekarang  orang tua mereka menjadi
was-was khawatir terjadi kecelakaan di jalan”, terang Nanun
Nanun berharap agar pemerintah mempertimbangkan ketetapan
SSA yang jelas-jelas berdampak merugikan masyarakat lingkungan di wilayah
diberlakukannya SSA. Roez

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.