Bayah, Lebak-Banten, Aspirasi.net — ber awal adanya
penangkapan 3 nelayan binuangen  pada
saat selesai mencari benur oleh (di duga anggota dari polsek bayah) dengan
menggunakan mobil avanza warna hitam pakaian preman.
satu nelayan berhasil di tangkap dan di masukan
ke dalam mobil dan 2 nelayan berusaha untuk menghalang halangi, namun anggota
polisi tersebut menabrak 2 nelayan tersebut sampai luka berat dan anggota
polisi tersebut berhasil kabur.
kejadian tersebut di lihat oleh nelayan yg lain
hingga spontan nelayan tersebut mengajak temen temennya untuk melakukan aksi
demo ke polsek bayah.

 

1 mobil patroli di bakar, 4 unit motor dinas di
bakar, kantor polsek rusak berat,
1 unit mobil pelayanan rusak berat, 9 motor
rusak berat
 sampe
saat ini masa masih melakukan aksi demo menuntut kapolsek bayah hadir.
“Ini masih simpang siur. Ada yang
melaporkan terkait masalah penangkapan benur yang kemudian mengakibatkan massa
marah dan menyerang Polsek,” ujar Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit
Prabowo saat diminta konfirmasi, Sabtu (12/5/2018).
Saat ini polisi menelusuri dugaan pemicu
penyerangan Polsek Bayah. Listyo saat ini sedang menuju lokasi kejadian.”Ini masih kita telusuri apakah betul ada
peristiwa tersebut. Ini masih kita dalami. Yang jelas, ini saya lagi meluncur
ke TKP,” ujarnya. 

Penyerangan warga, menurut
Listyo, membuat kaca-kaca Markas Polsek Bayah pecah. Mobil patroli juga dirusak
massa.”Sementara langkah yang kita lakukan
berusaha meredam masyarakat. Kalau betul ada oknum anggota (diduga melakukan
pelanggaran terhadap nelayan) akan kita usut kalau melakukan pelanggaran,”
tegas Listyo.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.