Jakarta, Aspirasi.net — KPU RI (Komisi Pemilihan Umum RI)  menyatakan untuk tidak mengajukan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas Putusan Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu RI) yang inti Amarnya menyatakan Partai Bulan Bintang (PBB) lolos sebagai Peserta Pemilu 2019.
Hasyim Asy’ari (Komisioner KPU) menjelaskan sejumlah alasan KPU tak mengajukan banding usai kalah dari PBB di Sidang Ajudikasi Bawaslu RI. Pertama, soal legal standing yang merujuk KPU sebagai terlapor di Bawaslu, di mana objek laporannya adalah Surat Keputusan KPU yang tidak meloloskan PBB. “Mana mungkin kemudian KPU mengajukan sengketa di PTUN dengan gugat SK-nya sendiri, itu kan enggak masuk akal, jadi ini ada problem konstruksi hukum di level UU,” kata Hasyim di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (6/2/18).
Hasyim menambahkan alasan Kedua, setiap perlakuan KPU RI di daerah pastilah diawasi oleh Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu RI) Karena itu, tidak masuknya PBB dalam partai peserta pemilu sedianya atas sepengetahuan Panwaslu RI.”Kalau ada yang kurang tepat juga diingatkan, tapi ketika ini berjalan terus kan juga jadi pertanyaan bagaimana hasil pengawasan Bawaslu dan Panwas di sana,” tutur Komisioner KPU RI.
Karena alasan itu, KPU RI , kata Hasyim akan tetap menjalankan apa yang sudah diputuskan Bawaslu RI. Mereka akan menerapkan PBB menjadi partai peserta pemilu serta mengubah SK yang sebelumnya dikeluarkan.
“Kami memperbaiki berita acara penetapan Parpol dan kita akan ubah status PBB sebagai peserta Pemilu 2019,” tuturnya.
Rencananya penetapan bakal dilakukan pukul 19.30 WIB di KPU RI, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahedra dipastikan bakal menghadiri acara tersebut. “pasti kami dan rombongan bakal dateng dan diundang oleh KPU,” kata Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra kepada elBaren. (Ririn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.