Jakarta, Aspirasi.net – KPK (Komisi
Pemberantasan Korupsi) diduga uang suap yang akan diberikan
Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah kepada anggota DPRD Lampung Tengah
disamarkan menggunakan kode ‘cheese’ alias keju.Kode tersebut muncul dalam sejumlah komunikasi terkait permintaan persetujuan
pihak DPRD Lampung Tengah agar menandatangani pengajuan pinjaman daerah kepada
PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), sebesar Rp300 miliar.”Dalam komunikasi muncul kode ‘cheese’ atau keju sebagai sandi untuk
sejumlah uang yang dipersyaratkan agar pihak DPRD menandatangai surat
tersebut,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat jumpa pers di Gedung
KPK, Jakarta, Kamis (15/2).

Syarif mengatakan ada permintaan uang sekitar Rp.1 miliar
dari pihak DPRD Lampung Tengah kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah
terkait pengajuan pinjaman dana daerah sebesar Rp.300 miliar kepada BUMN di
bawah Kementerian Keuangan itu.Menurut Syarif, guna mendapat pinjaman daerah dari PT SMI dibutuhkan surat
pernyataan yang disetujui dan ditandatangani bersama antara DPRD Lampung Tengah
sebagai persyaratan Memorandum of Understanding
(MoU) dengan PT SMI.Pinjaman sebesar Rp.300
miliar itu akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Lampung Tengah.

“Diduga atas arahan Bupati, dana tersebut diperoleh dari kontraktor
sebesar Rp.900 juta.
Sedangkan yang Rp.100
juta untuk menggenapkan menjadi Rp1 miliar berasal dari Pemerintah Kabupaten
Lampung Tengah,” tutur Syarif

Kasus dugaan suap ini terbongkar lewat operasi tangkap
tangan (OTT) yang dilakukan KPK sejak kemarin sampai hari ini. Ada sekitar 19
orang yang ditangkap di tiga lokasi, yakni Jakarta, Bandar Lampung, dan Lampung
Tengah.Dari operasi senyap itu, tim KPK turut mengamankan uang sejumlah Rp.1,16 miliar.Setelah dilakukan pemeriksaan, KPK baru menetapkan tiga tersangka. Mereka
adalah Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, J Natalis Sinaga, anggota DPRD Lampung
Tengah Rusliyanto, dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman. (Adhi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.