Jakarta, aspirasi.net — Di bawah atap sebuah Kuil kuno, hiduplah sekelompok merpati dengan bahagia dan damai.
Ketika renovasi Kuil tersebut dimulai untuk menyambut pesta tahunan, semua burung merpati terpaksa pindah ke bangunan Gereja terdekat.
Merpati yang sudah ada di bangunan Gereja menerima sesamanya, pendatang baru dengan sangat baik.
Kala Natal sudah mendekat dan Gereja dipercantik, maka semua merpati mesti pindah dan mencari tempat bernaung lain.
Mereka beruntung karena menemukan tempat di Masjid terdekat.  Merpati-merpati di Masjid tersebut menyambut mereka dengan senang hati.
Saat menjelang Ramadhan, Masjid itu dicat ulang.  Semua merpati pindah ke Kuil kuno yang sama seperti sebelumnya.
Pada suatu pagi, seekor anak merpati melihat dari atas ada bentrokan di antara komunitas bawah dekat pasar.
Merpati kecil itu bertanya kepada induknya: “Siapakah mereka itu?  Sang induk menjawab bahwa mereka adalah Manusia.
Merpati kecil itu bertanya lagi, “Tetapi kenapa mereka mesti berkelahi satu dengan yang lain …?”
Sang induk menjelaskan: “Orang-orang yang pergi ke Kuil disebut ‘Hindu’ , orang yang pergi ke Vihara disebut ‘Budha’ dan orang-orang yang pergi ke Gereja disebut ‘Kristen’, sedangkan mereka yang pergi ke Masjid disebut ‘Muslim’.”
Merpati kecil tersebut bertanya, “Mengapa begitu?  Ketika kita berada di Kuil kita disebut Merpati, ketika kita berada di Gereja kita disebut Merpati dan begitu pula ketika kita berada di masjid, kita tetap disebut Merpati.  Bukankah harusnya mereka tetap disebut ‘Manusia’ ke mana pun mereka pergi?”
Induk Merpati menjawab, “Kau, aku dan teman-teman kita sesama merpati telah mengetahui dan mengalami hidup berdampingan nan damai,  Itulah sebabnya mengapa kita hidup di sini, di tempat yang sangat tinggi dan damai.”
Orang-orang ini belum mengerti makna hidup berdampingan, belum mengerti tujuan hidup yang sebenarnya. Oleh karena itu mereka hidup di bawah kita dan suka berkelahi. (Ratu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.