Kab Tangerang, Aspirasi.net – Berfilosopi dari ‘hidup diatas yang mati’, Majelis
Zikir Ar Ruhaniyah melakukan tanam jamur tiram sebagai komoditi usaha majelis
tersebut. Alhasil Jamur Tiram yang dicocok tanam oleh majelis tersebut
menghasilkan panen melimpah. Bedanya dari yang lain, Jamur Tiram yang di budidayakan itu
menggunakan pola organik, dan menghasilkan Jamur Tiram super dengan kadar air cukup rendah. HRM.
Arsy Munanda selaku pengasuh Majelis Zikir Ar Ruhaniyah menerangkan, di
majelis asuhannya itu bukan hanya mengaji Al Qur’an dan berzikir, namun hasil
dari pengajian tersebut diimplementasikan melalui perilaku kehidupan dan berbagai usaha.
Salah satunya adalah budi daya Jamur Tiram. “Tak
seperti benalu, jamur hidup di tempat yang mati, namun dia hidup dan bermanfaat
bagi orang banyak. Demikian pula dalam kehidupan kita, hidup kita tidak boleh jadi
benalu yang hanya menumpang hidup dan menghisap hasil dari orang lain, sebaliknya,
kita harus bisa saling menghidupkan walau dalam keterbatasan”, tutur Arsyid Sunandar. Walau
pengelolaan budi daya jamur di majelis Ar Ruhaniah terbilang masih sederhana,
namun hasilpanennya luar biasa. Karena hasil panen yang bagus, pesananpun terus mengalir.

 

 

“Kami mengelola budidaya jamur dengan cara yang sederhana, tapi Alhamdulillah
panennya bagus”, terang Rizal salah seorang yang dipercaya untuk mengelola budidaya jamur
tersebut di bilangan Desa Peusar Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten. Rizal menerangkan,
kini harga jamurnya dijual kisaran Rp,18.000,- per kilogram-nya.  Rizal berharap budidaya jamur ini akan terus
berkembang dan bisa dijadikan sebagai penghasilan bagi keluarga Ar Ruhaniah. “kalau
mau pesan jamur kami boleh…., hubungi aja nomr WA ini 081389152935, terang
Rizal seraya berpromosi. Muhid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.