aspirasi.net Sebagaimana
Adam dikenal sebagai bapak seluruh umat Manusia, Hawa sebagai ibu seluruh umat
Manusia. Mereka berdua adalah Manusia pertama yang diciptakan Allah yang
kemudian diturunkan ke bumi. Mula-mula Adam ditempatkan Allah SWT di dalam
Surga, mesti bergelimang dengan kenikmatan dan kemudahan, hidupnya hanya
sebatang kara. Tiada teman yang menemani dan menghiburnya. Allah SWT kemudian
melengkapinya dengan menciptakan Hawa, seorang wanita yang di takdirkan menjadi
istrinya.
Menurut
para ulama, pernikahan Nabi Adam A.S dan Hawa berlangsung pada hari Jum’at,
yakni berdasarkan Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.A dari
Rasullullah SAW bahwa sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda :
“Allah
telah menciptakan Nabi Adam A.S pada hari Jum’at, menempatkannya di Surga pada
hari  Jum’at,mengeluarkannya dari Surga
pada hari Jum’at, dan Bertobat pada Allah juga pada hari Jum’at, dan pada hari
itu juga, tidaklah menepati seorang hamba Muslim yang berdo’a kepada Allah
kecuali dikabulkan-Nya.”


Setelah
Allah SWT menciptakan Nabi Adam A.S, Nabi Adam menengadah ke lengkung langit
dan hamparan bumi. Ia tak melihat seorang pun yang bersenang-senang seperti
dirinya. Ketika ia sedang sendirian, tiba-tiba diserang rasa kantuk. Pada saat
ia berada dalam kondisi antara tidur dan terjaga, Allah SWT mengutus Malaikat
untuk mengambil tulang rusuknya yang kiri. Ketika Malaikat melakukannya, Nabi
Adam tidak merasakan sakit sama sekali. Kemudian dari tulang rusuk itulah
dijadikannya seorang wanita cantik bernama Hawa. Semua kecantikannya,
keindahan, dan keelokan budinya dianugerahkannya hingga hari kiamat. Begitu pula
Allah SWT memberikan rasa kasih sayang pada diri Nabi Adam, sehingga Hawa menjadi
Manusia yang terindah di antara penghuni
langit dan bumi. Allah SWT menganugerahkan kepada Hawa tujuh puluh
perhiasan dari Surga. Ia didudukan di atas kursi emas. Allah SWT berfirman di
dalam Al-Qur’an :

 

َوقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلا مِنْهَا رَغَداً
حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ
الظَّالِمِينَ
Dan Kami berfirman: “Hai Adam,
diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang
banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon
ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim( QS Al Baqarah : 35
)
Allah SWT berfirman sebagai pemberitahuan mengenai perkara yang
dengannya Adam dimuliakan Allah SWT. Allah membolehkannya untuk mendiami Surga
dimana saja yang di sukainya, dan memakan-makanan yang di inginkannya dengan
sepuas-puasnya, berupa makanan yang serba enak dan menyenangkan, beraneka ragam,
dan baik kualitasnya. Al-Hafizh Abu Bakar bin Mardawih meriwayatkan dari Abu
Dzar R.A, dia berkata :
Saya bertanya , wahai Rasulullah bagaimana pendapat
engkau tentang Adam, Apakah dia sebagai Nabi? Nabi menjawab, benar dia adalah Nabi
dan Rasul yang diajak berbicara oleh Allah SWT secara nyata.”
Baca Juga : Partai Politik Boleh Jadi Anggota DPD RI, Sistem Bikameral Gagal

Para ulama berikhtilaf mengenai hal ikhwal surga yang dijadikan
Allah sebagai kediaman Adam. Apakah surge itu berada di langit ataukah di bumi.
Mayoritas ulama mengatakan bahwa surga itu berada di langit. Kaum Muktazilah
dan Qadariyah mengatakan bahwa surga itu berada di bumi. Hawa diciptakan
sebelum Adam masuk surga, sebagaimana hal itu pun dijelaskan oleh Muhammad bin
Ishak. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa penciptaan Hawa itu terjadi
setelah Adam masuk Surga, seperti yang ditegaskan oleh As-Sadi dalam khabar
yang diceritakannya dari Abu Mali, dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas, dari
Murrah, dari Ibnu Mas’ud dan dari sejumlah sahabat.
 Pendapatnya itu dapat
disimpulkan demikian, bahwa Adam berjalan sendirian di Surga. Dia tidak
memiliki pasangan . dia tertidur, kemudian bangun dan didekat kepalanya ada
seorang wanita yang di ciptakan Allah dari tulang rusuknya. Kemudian Adam bertanya,
“Siapa kamu”? Hawa menjawab “Saya Perempuan”. Adam bertanya, mengapa kamu
diciptakan ?”. ia menjawab,” supaya kamu merasa tenteram kepadaku.” Maka Para
Malaikat bertanya kepada Adam sambil menyelidiki sejauh mana pengetahuannya, “Hai
Adam Siapa namanya?”, Adam menjawab, “Hawa.” Malaikat bertanya lagi, “Mengapa
Hawa?”, Adam menjawab, “Karena dia diciptakan dari sesuatu yang hidup (Hayyun).”
Bersambung,……………………………………………Penulis Ratu Nadia Syafira Zahra

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.