Jakarta,Aspirasi.net- Penutupan jalan Jati Baru, Tanah Abang Jakarta Pusat oleh Pemerintah DKI
Jakarta awalnya bertujuan untuk pejalan kaki di trotoar, namun kini kawasan
tersebut justeru dipadati oleh pedagang kaki lima (PKL). PKL yang berjualan di Trotoar
Kawasan Tanah Abang tidak berkurang bahkan cenderung semakin banyak, mereka
mayoritas beralasan tidak mendapatkan bagian di Tenda PKL yang berada diruas
jalan Jatibaru.
Melihat dinamika
tersebut akhirnya Cyber Indonesia mempolisikan Gubernur DKI Anies Baswedan
terkait penutupa Jalan Jati Baru itu.
Bersama Sekretaris
jendralnya Jack Boyd Lapian, Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid melaporkan Anies ke di Sentra Pelayanan Kepolisian
Terpadu Polda Metro Jaya, Kamis (22/2) malam. Laporan tersebut diterima dengan
nomor LP/995/II/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 22 Februari 2018. Dalam
laporan tersebut Anies dilaporkan melanggar Pasal 12 Undang-Undang RI Nomor 38
Tahun 2004 tentang Jalan.
Muannas mengatakan
selama dua bulan penutupan jalan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
tidak memiliki payung hukum.
“Sebagaimana
diketahui masyarakat, penutupan jalan di Jatibaru yang sudah berlangsung dua
bulan sampai saat ini belum memiliki payung hukum dengan penerapannya seperti
Perda maupun Pergub. Keputusan ini dinilai telah melanggar hukum,” ujar
Muannas
Dia juga mengaku
laporan tersebut merujuk pada surat rekomendasi yang dilayangkan Direktorat
Lalu Lintas Polda Metro Jaya kepada Pemprov DKI untuk mengembalikan fungsi
jalan Jatibaru.e-bos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.