Tangerang, Aspirasi.net — Polres Tangerang Selatan menetapkan Camat Pagedangan menjadi tersangka atas kasus Tindak Pidana Korupsi perihal proses perizinan rumah ibadah di Mall QBig BSD City, Lengkong Kulon, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Achmad Kasori diduga teribat dalam praktik korupsi sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 12 huruf e Undang-Undang (UU) RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
AKBP Fadli Widiyanto menuturkan “Setelah kita kembangkan, kemudian kita melakukan penangkapan terhadap Camat Pagedangan diduga keterlibatannya dalam pungutan liar penerbitan SKDU (Surat Keterangan Domisili Usaha).”  Ditambahkan Fadli, dari penyelidikan diketahui Camat Pagedangan menerima uang sebesar Rp. 45 juta terkait penerbitan SKDU atas rumah ibadah tersebut. Meski berniat mengembalikan uang setelah salah satu stafnya, Budi Prihatin (42), tertangkap beberapa waktu lalu. Namun, hal tersebut tak dapat menggugurkan proses hukum yang harus ditempuhnya.
Camat Achmad Kasori ketakutan setelah stafnya kita tangkap”, Uang yang Rp. 45 juta itu berusaha untuk dikembalikan kepada korban,” tutur Kapolres. Penangkapan dan penahanan Camat Pagedangan berlangsung pada Sabtu 3 Maret 2018 Hingga kini, polisi masih terus menyelidiki adanya kemungkinan pihak lain yang terlibat dalam kasus pungli perizinan rumah ibadah tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Tim Saber Pungli menangkap tangan Budi Prihatin, Staf Ekonomi Bangunan yang bertugas di Kantor Kecamatan Pagedangan. Dia meminta dana total mencapai Rp.600 juta kepada korban berinisial B, dari yayasan keagamaan, sebagai syarat memuluskan proses perizinan rumah ibadah di Mall QBig BSD.
Oknum ASN itu diciduk di restoran cepat saji McDonald’s Alam Sutera, Pakulonan, Serpong Utara, Tangsel, 18 Februari 2018 sekira pukul 01.00 WIB. Turut diamankan uang senilai Rp.15 juta sebagai bukti setoran awal yang dimintanya dari korban, rekaman Close Circuid Television (CCTV) milik restoran, rekaman video dan percakapan pesan singkat antara korban dan pelaku. Bupati Kabupaten Tangerang pun sudah diberitahukan Perihal : Pemberitahuan dan Penahanan pada tanggal 5 Maret 2018. (Adhi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.