Sungai cisadane yang menembus ke Pantai Utara

 

Tangerang,Aspirasi.net-Berawal dari bangunan tugu yang berbahan dasar
bambu yang dibuat oleh Pangerang Soegiri, putra Sultan Ageng Tirtayasa dari
Kesultanan Banten, dimana bangunan tersebut merupakan ‘tenger’ atau tanda batas
wilayah kekuasaan antara Kesultanan Banten dengan Vereenigde Oostindische
Compagnie (VOC) yang datang ke tanah jawa pada abad ke-17.
Tugu yang terletak di bagian
Barat Sungai Cisadane yang diyakini saat ini berada di wilayah Kampung
Gerendeng. Dimana dalam kesepakatannya wilayah Kasultanan Banten ada di wilayah
Barat Sungai Cisadane, sedangkan wilayah VOC berada di sebelah Timur Sungai
Cisadane. Dari kata ‘tenger’ itulah kemudian terbentuk nama Tangeran atau
tengeran. Namun, dari kata Tangran tadi bergeser lagi menjadi Tangerang.
Pergeseran kata Tangran
menjadi Tangran konon dikarenakan oleh kebiasaan tentara VOC yang menyebut
Tangeran menjadi Tangerang. Dimana kala itu tentara VOC bukan hanya berasal dari
belanda asli, namun ada juga bangsa pribhumi yang direkrut menjadi tentara
VOC, diantaranya dari madura dan Makasar yang ditempatkan di wilayah Tangrang
dimana mereka tak mengenal mengenal huruf mati, dan terbiasa menyebut Tangeran
dengan Tangerang. (Agus)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.